6 Macam Baju Adat Bugis dan Pernak-perniknya

admin

Suku Bugis merupakan kelompok etnik yang umumnya mendiami wilayah Sulawesi Selatan. Bahasa dan adat istiadatnya sangat unik dan menarik untuk dipelajari, termasuk baju adat. Baju adat Bugis memiliki ragam motif, hiasan menarik, dan warna-warna cerah. Hal tersebut mencerminkan kekayaan kreativitas dan kesan elegan masyarakat Bugis.

Apakah Anda penasaran dengan keindahan dan kecantikan baju adat suku Bugis? Simak artikel ini untuk penjelasannya beserta pernak-pernik yang biasa dipakai. 

Baju Adat Bugis dan Pernak-perniknya

Ada beberapa baju adat suku Bugis yang perlu Anda ketahui, berikut di antaranya:

1. Baju Adat Bugis Bodo

Baju Bodo ternyata adalah salah satu baju adat paling tua di dunia. Berdasarkan sejarah, baju ini sudah ada sejak abad ke-9. Di masa lalu, Baju Bodo menggunakan kain tipis dan transparan, namun sekarang masyarakat sudah menggantinya dengan kain yang tebal dan nyaman.

Uniknya, warna Baju Bodo menunjukkan usia, identitas, dan status sosial wanita yang memakainya. Contohnya warna jingga untuk perempuan usia 10 tahun, jingga dan merah untuk perempuan usia 10-14 tahun, sedangkan merah untuk perempuan usia 17-25 tahun.

Selain itu, ada juga warna putih untuk kalangan bawah, ungu untuk janda, dan hijau untuk kalangan bangsawan. Wanita Bugis menggunakan Baju Bodo bersama dengan kain sarung motif kotak untuk memberikan kesan menarik.

2. Baju Adat Bugis Bella Dada

Wanita Bugis menggunakan Baju Dodo, sedangkan para pria menggunakan Baju Bella Dada. Ciri khas Baju Bella Dada yaitu lengan panjang sampai pergelangan tangan. Di samping itu, ada bagian kerah leher, saku kanan, dan juga saku kiri untuk menyimpan barang kecil.

Baca Juga :  Inilah Jenis Baju Adat Betawi yang Unik

Meskipun hadir dengan desain sederhana, namun Baju Bella Dada tetap terlihat anggun dan mewah. Hal tersebut lantaran baju ini menggunakan kancing yang terbuat dari emas atau perak. Kancing tersebut disematkan pada bagian leher.

Pria Bugis menyempurnakan penampilan dengan hiasan kepala passapu’, badik, gelang, serta aksesoris dan hiasan lainnya. Biasanya pria memakai Baju Bella Dada saat menghadiri pernikahan, upacara adat, acara kenegaraan, dan lain sebagainya. 

3. Jas Tutu

Jas Tutu merupakan baju adat Bugis selanjutnya yang perlu Anda ketahui. Sesuai dengan namanya, baju adat satu ini berbentuk jas yang biasanya dipakai oleh para pria Bugis. Jas Tutu sendiri merupakan jas tradisional yang memiliki ciri khas khusus.

Pada umumnya, Jas Tutu terdiri dari jas panjang berkerah, berlengan panjang, dan menutupi pergelangan tangan. Bawahannya berupa celana atau paroci dengan tambahan kain sarung. Sementara penutup kepalanya berupa songkok. 

Desain yang anggun dan elegan membuat baju adat ini begitu mempesona. Apalagi tambahan kancing-kancing yang terbuat dari perak atau emas, jadi semakin menarik.

4. Baju Labbu

Baju adat Bugis satu ini tampak mirip dengan Baju Bodo yang biasanya dipakai oleh wanita. Perbedaannya adalah Baju Labbu memiliki lengan panjang yang cukup ketat di bagian siku sampai pergelangan tangan. Beberapa bahkan menyebut Baju Labbu sebagai Baju Bodo panjang.

Baju Labbu umumnya terbuat dari kain sutera tipis namun tidak menerawang. Wanita Bugis memakainya dengan sarung tradisional atau lipa’ yang motifnya kotak cerah. Ada tambahan perhiasan lempeng emas atau perak yang mempercantik penampilan wanita Bugis.

Di zaman dulu, hanya wanita bangsawan Kerajaan Luwu saja yang memakai Baju Labbu. Namun sekarang semua kalangan bisa memakainya secara bebas. Wanita Bugis sering memakainya saat menghadiri acara adat atau sebagai busana pengantin.

Baca Juga :  Baju Adat Jawa Timur dan Keunikannya

5. Songkok Pa’biring

Songkok Pa’biring atau juga disebut Songkok Recca merupakan aksesoris baju adat untuk kaum pria. Biasanya Songkok Pa’biring dipakai bersama dengan Baju Jas Tutu. Memakai songkok ini menambah kesan wibawa dan tegas dari para pria Bugis.

Pada umumnya, Songkok Pa’biring terbuat dari anyaman rotan dengan aksen benang sutera warna emas. Benang tersebut bisa Anda lihat pada bagian pinggir atau atas pusat. Adanya benang berwarna emas membuat penutup kepala ini terlihat lebih elegan dan klasik.

Para pria Bugis memakai Songkok Pa’biring bukan hanya sebagai aksesoris saja. Namun ada makna budaya dan tradisi yang dipercaya oleh suku Bugis-Makassar. 

6. Lipa Sabbe

Terakhir adalah baju adat bernama Lipa Sabbe. Lipa Sabbe sendiri merupakan sarung tenun yang memiliki makna mendalam bagi suku Bugis. Sarung umumnya menggunakan kain sutera yang ditenun dengan sangat baik. Corak warna merah merupakan ciri khas dari Lipa Sabbe.

Peran utama dari Lipa Sabbe adalah pelengkap baju adat sehingga masyarakat Bugis yang memakainya lebih anggun dan elegan. Bukan hanya untuk upacara adat saja, Lipa Sabbe juga biasa dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Keindahan dan maknanya menjadikan Lipa Sabbe sebagai simbol kebudayaan bernilai tinggi.

Penutup

Nah, itulah deretan baju adat Bugis beserta dengan pernak-perniknya. Masyarakat Bugis masih banyak yang memakai baju adat di momen tertentu. Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat sangat mencintai baju adat dan kebudayaan yang khas. 

Mempelajari dan mengenal baju adat juga menjadi salah satu cara mencintai budaya nenek moyang. Apabila Anda membutuhkan bantuan konveksi untuk membuat baju seragam atau baju lainnya, hubungi konveksi CV Surewi Wardrobe (Konveksi Ungaran). Sudah banyak perusahaan besar yang bekerja sama untuk membuat baju seragam.

Bagikan:

Tinggalkan komentar

Pesan Seragam Kerja ?