3 Cara Menghitung Bunga Deposito dengan Mudah

admin

Deposito merupakan jenis tabungan berjangka yang menguntungkan. Berbeda dari tabungan biasa, deposito menawarkan bunga yang relatif besar. Namun, Anda tidak boleh mengambil uang atau dana deposito sebelum tanggal jatuh tempo. Sebelum mulai menanamkan dana, Anda harus tahu bagaimana cara menghitung bunga deposito.

Menghitung bunga deposito di awal bisa membantu Anda memprediksi keuntungan. Jadi, Anda bisa mempertimbangkan ingin investasi deposito atau investasi lainnya. Yuk, simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui cara menghitungnya dengan lengkap!

Cara Menghitung Bunga Deposito Berdasarkan Total Pendapatan Per Jatuh Tempo

Pertama, Anda bisa menghitung bunga deposito berdasarkan total pendapatan per jatuh tempo. Cara ini membantu Anda mengetahui kisaran keuntungan atau profit yang akan didapatkan secara keseluruhan. 

Rumus utamanya yaitu:

Keuntungan = Setoran Pokok + (Profit Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)

Untuk mendapatkan nilai dari profit bunga deposito dan jumlah pajak deposito bisa menggunakan rumus berikut ini:

Profit Bunga Deposito = (Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor Dalam Hari) / 365

Jumlah Pajak Deposito = Tarif Pajak x Profit Bunga Deposito

Contoh Perhitungan dan Kasus:

Seorang nasabah ini mendepositokan uang sebesar Rp15.000.000 untuk tenor 12 bulan. Pada pemilihan tenor dan penempatan tersebut, nasabah berhak mendapatkan bunga sebesar 5%. Sementara pajaknya mencapai 20%.

Melalui contoh kasus tersebut, Anda bisa menghitungnya dengan cara berikut ini:

Profit Bunga Deposito = (Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor) / 365

                                    = (Rp15.000.000 x 5% x 365 hari) / 365

                                    = Rp750.000

Selanjutnya, hitung jumlah pajaknya dengan rumus berikut ini:

Jumlah Pajak Deposito = Tarif Pajak x Profit Bunga Deposito

Baca Juga :  Pajak Bunga Deposito dan Simulasi Perhitungannya

                                      = 20% x Rp750.000

                                      = Rp150.000

Setelah mendapatkan profit bunga deposito dan jumlah pajak deposito, Anda bisa menghitung keuntungan dengan rumus berikut ini:

Keuntungan = Setoran Pokok + (Profit Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)

                   = Rp15.000.000 + (Rp750.000 – Rp150.000)

                   = Rp15.600.000,00.

Melalui perhitungan di atas, maka Anda bisa mendapatkan dana sebesar Rp15.600.000,00 selama 12 bulan. Angka tersebut sudah termasuk dengan besar setoran pokok yang Anda masukkan di awal.

Cara Menghitung Bunga Deposito Berdasarkan Bunga Setiap Bulan

Cara menghitung bunga deposito di atas bersama dengan setoran pokok. Anda juga bisa menghitung bunga deposito berdasarkan bunga setiap bulan. Langsung saja, berikut rumusnya:

Keuntungan = Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 (hari) x 80%) / 365

Angka 80% adalah persentase pendapatan karena sudah dikurangi oleh pajak yaitu sebesar 20%. Jika pajaknya 30%, maka persentasenya hanya 70%. 

Berikut ini adalah contoh perhitungan dan kasusnya:

Seorang nasabah ini mendepositokan uang sebesar Rp20.000.000 untuk tenor 6 bulan. Pada pemilihan tenor dan penempatan tersebut, nasabah berhak mendapatkan bunga sebesar 4%. Sementara pajaknya mencapai 20%. 

Keuntungan = Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 (hari) x 80%) / 365

                       = (4% x Rp20.000.000 x 30 x 80%) / 365

                       = Rp52.603,00

Melalui perhitungan di atas, maka nasabah bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp52.603,00 setiap bulannya. 

Cara Menghitung Bunga Deposito dengan Kalkulator Online

Selain cara manual di atas, ada cara lain yang lebih praktis untuk menghitung keuntungan deposito. Anda bisa memanfaatkan aplikasi online berupa kalkulator deposito. Aplikasi ini bisa Anda akses kapan saja dan di mana saja. 

Jika menggunakannya, Anda tidak perlu bingung memasukkan angka dan menghitungnya. Bagaimana, jika salah menghitung? Anda harus menghitung ulang lagi. Tapi, dengan kalkulator ini Anda hanya tinggal memasukkannya saja.

Baca Juga :  Apa Itu Blue Chip Investing dalam Trading Saham

Namun, setiap bank memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Jadi tidak semua kalkulator deposito dari setiap bank bisa Anda pakai untuk bank lain. Contohnya, Anda sebaiknya menggunakan kalkulator dari bank BRI untuk deposito BRI saja, bukan BNI atau BCA.

Jangan khawatir, hampir semua bank menawarkan fitur kalkulator deposito online ini. Berikut adalah contoh penggunaan kalkulator deposito online untuk bank BRI:

  • Siapkan device berupa HP atau laptop dan juga internet. Lalu, masuk ke website bank BRI atau klik di sini
  • Pada bagian “Simulation”, pilih jenis kalkulator yang ingin Anda pilih. Ada banyak sekali kalkulator simulasi yang ditawarkan bank BRI, pilih “Deposito”.
  • Lalu tekan “OK”.
  • Nanti, akan muncul formulir untuk simulasi deposito.
  • Masukkan informasi yang dibutuhkan seperti “Jumlah Deposito” dan “Jangka Waktu”. Besar suku bunganya akan secara otomatis muncul sesuai ketentuan bank.
  • Setelah itu, klik “Hitung”.
  • Hanya dalam hitungan detik saja, informasi keuntungan bisa Anda dapatkan. Informasi yang ditampilkan berupa Bunga + Saldo Deposito, Saldo Tanpa Bunga, dan juga Bunga.
  • Klik “Hitung Ulang” jika ingin mencoba memasukkan saldo deposito lainnya.
  • Selesai. 

Anda bisa menggunakan kalkulator simulasi deposito lainnya di website bank masing-masing. Kelebihan kalkulator online ini yaitu bisa Anda pakai tanpa perlu login atau memiliki rekening BRI atau bank lainnya.

Sudah Tahu Cara Menghitung Bunga Deposito?

Itulah informasi mengenai cara menghitung bunga deposito mulai dari cara manual sampai dengan cara praktis. Menggunakan kalkulator simulasi deposito tentu saja menjadi cara terbaik untuk Anda.

Selain cepat dan mudah, kalkulator simulasi deposito juga memberikan hasil prediksi yang lebih akurat daripada perhitungan Anda sendiri. Pasalnya, kalkulator tersebut dibuat oleh bank sendiri. Oleh sebab itu, hasilnya sesuai dengan kebijakan dari bank. Semoga bermanfaat.

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Pesan Seragam Kerja ?