Cara Menghitung Bunga Deposito 100 Juta Semua Bank

admin

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya deposito. Deposito adalah produk simpanan dari bank yang menawarkan bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Namun, deposito hanya bisa diambil ketika tenor atau jangka waktunya telah tiba. Sebelum membuka rekening deposito, Anda harus mengetahui cara menghitung bunga deposito 100 juta.

Perlu Anda ketahui bahwa setiap bank menerapkan bunga yang berbeda-beda. Jadi, besar bunga yang Anda dapatkan dengan deposito sebesar 100 juta juga berbeda, tergantung bank-nya. Yuk, lihat cara menghitungnya dengan lengkap melalui artikel ini!

Mengapa Harus Menghitung Bunga Deposito?

Beberapa orang menganggap deposito sebagai produk investasi. Artinya, produk satu ini memberikan return atau pengembalian yang cukup menguntungkan. Apalagi jika Anda memilih tenor yang lama, misalnya 24 bulan atau 36 bulan, maka return yang Anda dapatkan akan semakin besar.

Return dari bunga deposito tentu saja adalah bunga yang diberikan oleh bank setiap bulan. Menghitung bunga deposito artinya menghitung pendapatan Anda setiap bulan dari investasi tersebut. Jadi, Anda bisa mempertimbangkan apakah investasi yang dilakukan menguntungkan atau tidak.

Ada beberapa komponen yang harus Anda masukkan ketika menghitung bunga deposito. Misalnya seperti penempatan awal, besar bunga dari bank, tenor atau jangka waktu, dan juga pajak. Jadi, bunga yang Anda dapatkan nantinya sudah dipotong oleh pajak sesuai Undang-Undang yang berlaku. 

Rumus Menghitung Bunga Deposito

Sebelum menghitung bunga deposito, Anda perlu mengetahui rumus untuk menghitungnya terlebih dahulu. Berikut beberapa rumus untuk menghitung bunga deposito:

1. Rumus Perhitungan Bunga Total Deposito

Rumus pertama yaitu untuk menghitung bunga total deposito yang Anda dapatkan tanpa pajak. Adapun rumusnya yaitu sebagai berikut:

Bunga Deposito = Setoran awal + (Keuntungan dari bunga deposito – pajak deposito)

Baca Juga :  Apa Itu Swing Trading dalam Trading Saham dan Keuntungannya

2. Rumus Perhitungan Bunga Deposito dan Jumlah Pajak

Selanjutnya, Anda perlu menghitung profit atau keuntungan dari bunga deposito beserta pajaknya. Jadi rumus ini sudah sekaligus dengan pajak sehingga tidak perlu dipotong pajak lagi. Adapun rumusnya yaitu:

Total bunga = (Setoran awal x suku bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari

Hasil dari perhitungan di atas adalah bunga yang Anda dapatkan per bulan yang sudah dikurangi oleh pajak. Jadi, hasil total bunganya bisa dikalikan dengan tenor yang Anda pilih. Jika tenornya 12 bulan, maka Anda bisa mengalikan dengan 12 bulan. 

3. Rumus Perhitungan Pajak Deposito

Anda pasti penasaran bagaimana cara menghitung pajak deposito. Semua bank menerapkan pajak yang sama karena pajak diatur oleh Undang-Undang. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung pajak:

Jumlah pajak deposito = Profit bunga deposito x tarif pajak

Cara Menghitung Bunga Deposito 100 Juta

Setelah mengetahui rumus menghitung bunga deposito, maka Anda bisa langsung menghitungnya sendiri. Cara menghitung bunga deposito 100 juta menggunakan rumus di atas sangat mudah. Berikut ini adalah contoh cara menghitungnya untuk empat bank paling populer di Indonesia yaitu BRI, BNI, BCA, dan Mandiri. 

1. BRI

BRI atau Bank Rakyat Indonesia adalah bank milik negara yang menjangkau ke pelosok Indonesia. Jadi, hampir semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan aksesnya dengan mudah. Jika Anda tertarik membuka deposito 100 juta di bank BRI, maka berikut ini cara menghitungnya:

Deposito awal = Rp100 juta

Tenor yang dipilih = 24 bulan

Suku bunga deposito BRI untuk tenor 24 bulan = 3,00%

Pajak bunga deposito untuk semua bank = 20%

Adapun bunga deposito per bulan yang bisa anda dapatkan yaitu:

Bunga deposito = (setoran awal x suku bunga x 80% x 30) : 365 hari

Bunga deposito = (Rp100 juta x 3% x 80% x 30) : 365 = Rp197.269,00

Jadi, bunga yang Anda dapatkan untuk 24 bulan tenor yaitu Rp197.269 x 24 bulan = Rp4.734.240.

2. BNI

Selain BRI, Bank Negara Indonesia atau BNI juga menawarkan deposito dengan bunga yang besar. Berbeda dengan BRI yang memberikan bunga cukup tinggi, bunga untuk BNI untuk penempatan atau tenor selama 24 bulan yaitu 2.5%. Jadi perhitungan pajaknya yaitu sebagai berikut:

Baca Juga :  Mengenal Manajer Investasi, Fungsi dan Perannya, Simak Penjelasannya

Bunga deposito = (setoran awal x suku bunga x 80% x 30) : 365 hari

Bunga deposito = (Rp100 juta x 2.5% x 80% x 30) : 365 = Rp164.383 per bulan

Dengan bunga deposito sebesar Rp164.363 per bulan, maka Anda bisa mendapatkan bunga total sebesar Rp3.945.205 selama 24 bulan. Masih sangat besar dan menguntungkan untuk investasi yang aman. 

3. BCA

Salah satu bank swasta yang terkenal dengan layanan terbaiknya adalah BCA. Meskipun termasuk bank swasta, namun cara menghitung bunga deposito 100 juta untuk bank BCA sama saja dengan bank lainnya. 

Hanya saja, besar bunganya berbeda yaitu 2,00% untuk tenor terpanjang yaitu 12 bulan. Jadi, saat ini bank BCA belum menawarkan untuk tenor yang lebih panjang. Anda tidak bisa mengajukan tenor 24 bulan atau 36 bulan. Untuk cara menghitungnya yaitu:

Bunga deposito = (setoran awal x suku bunga x 80% x 30) : 365 hari

Bunga deposito = (Rp100 juta x 2% x 80% x 30) : 365 = Rp131.506

Berdasarkan hasil suku bunga per bulan tersebut, maka Anda bisa mendapatkan bunga sebesar Rp131.506 x 12 bulan = Rp1.578.082. Anda bisa memperpanjang tenor deposito sesuai dengan kesepakatan di awal. 

4. Mandiri

Di antara empat bank terbesar ini, bank Mandiri menawarkan suku bunga yang paling kecil yaitu 1,75% untuk tenor atau jangka waktu 24 bulan. Namun, angka tersebut sudah memberikan cukup keuntungan untuk Anda. Berikut ini adalah perhitungan bunga yang bisa Anda dapatkan:

Bunga deposito = (setoran awal x suku bunga x 80% x 30) : 365 hari

Bunga deposito = (Rp100 juta x 1.75% x 80% x 30) : 365 = Rp115.068

Jadi, total bunga yang bisa Anda dapatkan yaitu Rp115.068 x 24 bulan = Rp2.761.643.

Mudah Bukan Menghitung Bunga Deposito Sendiri?

Itulah informasi mengenai cara menghitung bunga deposito 100 juta. Pada dasarnya, rumusnya sama saja untuk semua bank. Pasalnya, besar pajak yang diterapkan untuk semua bank juga sama. 

Anda bisa menghitung sendiri bunganya berdasarkan penempatan yang ingin Anda lakukan. Namun perhitungan secara manual tentu saja belum pasti keakuratannya. Anda bisa menanyakan langsung simulasi perhitungan deposito pada bank yang Anda pilih saat mengajukan deposito. Semoga membantu. 

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Pesan Seragam Kerja ?