Pajak Bunga Deposito dan Simulasi Perhitungannya

admin

Deposito adalah salah satu jenis investasi yang paling aman dan rendah risiko. Tidak heran jika sebagian besar masyarakat akhirnya memilih instrumen investasi satu ini. Namun seperti produk tabungan lainnya, ada pajak bunga deposito yang harus Anda bayarkan.

Biasanya, pajak tersebut dipotong dari return investment atau pengembalian investasi yang Anda dapatkan dari bunga. Sebenarnya, Anda bisa menghitung sendiri pajak deposito. Artikel ini membahas mengenai pajak deposito dan simulasi perhitungannya. 

Apa Itu Pajak Deposito?

Pajak bunga deposito adalah pungutan pajak dari pendapatan tabungan deposito. Jadi, pemerintah akan memotong pendapatan investasi deposito Anda dengan besaran tertentu. Pajak untuk bunga deposito ini termasuk PPh atau Pajak Penghasilan.

Perlu Anda ketahui bahwa pajak deposito sifatnya final. Artinya, pungutan pada bunga tidak dapat dikreditkan dari total pajak terutang. Selain itu, penarikan pajak deposito hanya bisa dilakukan oleh pihak pemberi penghasilan. 

Pada produk deposito, bank adalah pihak yang memberi penghasilan. Jadi, bank yang akan melakukan pemungutan pajak penghasilan deposito ini. Biasanya, bank akan langsung memotong pendapatan deposito Anda dari bunganya. 

Dasar Hukum Pajak Deposito

Pungutan pajak tersebut bukan tanpa dasar hukum. Adapun dasar hukum untuk pajak deposito adalah Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Selanjutnya, UU tersebut diubah melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Aturan teknis mengenai pajak yang dibebankan pada penerima bunga sudah ada di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 212/PMK.03/2018 tentang Pemotongan Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito dan Tabungan serta Diskonto Sertifikat Bank.

Baca Juga :  Cara Bayar Shopee PayLater, Bisa Lewat M-Banking, ATM, hingga Minimarket

Berdasarkan PMK 212/PMK.03/2018 Pasal 2 Ayat (1), penghasilan berupa bunga dari deposito dan tabungan, serta diskonto SBI (Sertifikat Bank Indonesia) akan dipotong Pajak Penghasilan (PPh) yang sifatnya final. 

Bukan hanya pada deposito bank dalam negeri saja, pajak juga akan diterapkan pada deposito dan tabungan yang ditempatkan di bank luar negeri. Namun dengan catatan, penempatan deposito dan tabungan dilakukan melalui bank yang kedudukannya ada di Indonesia. Atau bisa juga bank luar negeri namun memiliki cabang di Indonesia. 

Besar Pajak Deposito

Anda pasti sudah sangat penasaran dengan tarif atau besar pajak deposito yang ditetapkan pada nasabah. Berdasarkan PMK No. 212/PMK.03/2018 Pasal 5 Ayat (1) huruf c, pajak penghasilan memiliki tarif yaitu sebagai berikut:

  1. Besar pajak yaitu 20% dari jumlah bruto terhadap Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
  2. Besar pajak yaitu 20% dari jumlah bruto atau dengan tarif berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda yang berlaku terhadap Wajib Pajak luar negeri.

Pada PMK No. 212/PMK.03/2018 Pasal 7 juga disebutkan bahwa pajak tersebut tidak berlaku pada jumlah deposito di bawah Rp7,5 juta. Jadi, penghasilan hanya akan dipotong ketika depositonya melebihi Rp7,5 juta.

Simulasi Perhitungan Pajak Deposito

Agar lebih paham, Anda perlu mengetahui bagaimana perhitungan pajak deposito. Sebenarnya, Anda bisa menghitung sendiri pajak tersebut berdasarkan data-data yang Anda miliki. Berikut ini merupakan simulasi perhitungannya:

Seorang nasabah memiliki deposito dengan nilai Rp100 juta di sebuah bank. Melalui deposito tersebut, nasabah bisa mendapatkan bunga sebesar 5% untuk tenor satu tahun atau 12 bulan. Pajak yang dibebankan pada nasabah yaitu sebesar 20%. Langsung saja, berikut ini adalah cara perhitungannya:

  • Bunga deposito dalam satu tahun = jumlah deposito x bunga = Rp100 juta x 5% = Rp5.000.000
  • Bunga deposito per bulan = bunga deposito dalam satu tahun : jumlah bulan = Rp5 juta : 12 = Rp416.666,67
  • Pajak deposito setiap bulan = 20% x bunga per bulan = 20% x Rp416.666,67 = Rp83.333,33
  • Pajak deposito dalam satu tahun = pajak deposito per bulan x 12 = Rp1.000.000,00.
Baca Juga :  Cara Investasi Tanah di Luar Kota, Kenali Kelebihan dan Kekurangannya

Jadi, apabila Anda memiliki deposito dengan nilai Rp100 juta dan bunga sebesar 5% untuk tenor satu tahun, maka besar pajaknya yaitu Rp1.000.000,00. Pajak sebesar Rp1.000.000,00 tersebut akan dipotong berdasarkan bunga tahunan yang Anda dapatkan. Sehingga, Anda bisa mendapatkan bunga Rp4.000.000,00 yang sudah dipotong oleh pajak.

Selanjutnya, Anda bisa menghitung sendiri besar pajak berdasarkan jumlah penempatan tabungan deposito yang Anda miliki. Jika deposito sebesar Rp200 juta, maka besar pajak yang dibebankan pada anak kurang lebih yaitu Rp2 juta. Namun tenang saja, pajak tersebut akan dipotong dari bunga yang Anda dapatkan.

Sudah Tahu Besar Pajak Bunga Deposito?

Setiap penghasilan yang didapatkan oleh Warga Negara Indonesia dibebankan pajak sesuai peraturan yang berlaku. Hal tersebut juga berlaku ketika Anda memiliki tabungan deposito. Besar pajak yang dibebankan pada Wajib Pajak untuk produk deposito yaitu sebesar 20%.

Namun, pajak tersebut perlu Anda bayarkan jika depositonya lebih dari Rp7,5 juta. Jika depositonya di bawah Rp7,5 juta maka Anda tidak perlu membayar pajak. Besar pajak akan dipotong dari pendapatan atau bunga yang didapatkan oleh pemilik deposito.

Jangan lupa untuk melakukan simulasi perhitungan pajak bunga deposito. Jadi, Anda bisa mempertimbangkan apakah pajaknya terlalu besar atau tidak untuk deposito yang Anda miliki. Semoga informasi yang diberikan di atas dapat bermanfaat untuk Anda yang ingin menabung dan mendapatkan keuntungan lebih tinggi.

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Pesan Seragam Kerja ?