Seragam Proyek Lapangan Indonesia

Seragam proyek lapangan digunakan sebagai identitas para pekerjanya. Seragam proyek lapangan biasanya terbuat dari beberapa jenis kain, baik itu kain venoza, ventura, Maryland, taipan, dan masih banyak lagi jenis kain yang biasa digunakan. Selain itu, model seragam proyek lapangan juga terdapat beberapa jenis model, antara lain model putusan dan wearpack. Model putusan yakni model baju seragam yang disediakan terputus atau terpisah, misalnya celana dan baju bagian atas terpisah, atau bahkan hanya baju saja. Sedangkan baju seragam proyek lapangan jenis wearpack yakni baju seragam yang bergabung menjadi satu atau dijahit menjadi satu antara baju bagian atas dan celana bagian dalam.

Jenis seragam proyek lapangan yang sudah disebutkan di atas memiliki keunggulan berdasarkan lokasi dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Selain itu, warna seragam proyek juga biasanya berwarna cerah. Hal itu dimaksudkan agar pekerja lebih mudah dikenali oleh rekan kerja, apabila mungkin pekerja sedang bekerja di antara alat berat atau sebagainya.

Bagian-bagian seragam proyek lapangan

Pada dasarnya, seragam proyek lapangan di Indonesia terdiri dari beberapa bagian yang harus ada. Bagian-bagian tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Sebenarnya bukan hanya seragam proyek lapangan saja yang terdapat nama pekerja, melainkan hampir di semua seragam pasti diberi nama, baik itu nama yang dibordir, disablon, atau nama dengan menggunakan name tag. Hal tersebut juga berlaku di seragam proyek lapangan bisa menggunakan nama dengan proses apapun tergantung dari biaya dan kebutuhan pemesan.
  2. Nama perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memberikan identitas perusahaan yang mempekerjakan pekerja tersebut. Nama perusahaan ini biasanya terletak di bagian kiri atas saku. Selain itu, terkadang ada beberapa seragam proyek yang juga mencantumkan nama perusahaan di belakang atau di bagian punggung.
  3. Lambang K3. Lambang ini biasanya berwarna hijau berbentuk tanda plus (+) yang terletak di bagian kiri. Hal tersebut menandakan bahwa proyek yang sedang dijalankan menganut aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seluruh pekerja yang ada di proyek tersebut terjamin asuransi tenaga kerja, serta unsur K3 lainnya.
  4. Jenis pekerjaan yang dihandle. Biasanya ini dicantumkan di bagian belakang atau di punggung, misalnya bagian mekanik, mesin, pengawas, dan lain sebagainya.
  5. Garis berfosfor atau biasa disebut dengan skotlite. Biasanya bagian ini terletak di bagian badan (baju) dan lengan. Ada pula yang terletak di bagian kaki (betis). Skoltite ini berfungsi untuk menandai bahwa ada pekerja yang sedang berada di lokasi tertentu. Biasanya skotlite ini akan sangat membantu bagi pekerja yang sedang melangsungkan pekerjaan proyek pada malam hari. Bagian skotlite ini apabila terkena cahaya lampu akan bersinar sehingga memudahkan rekan kerja untuk menentukan pekerja lain di suatu lokasi proyek dengan penerangan yang kurang.
  6. Bukan hanya di seragam proyek saja, saku juga terdapat di banyak seragam. Pada dasarnya saku ini digunakan untuk meletakkan bolpoin. Biasanya saku untuk boploin ini terletak di bagian samping atau bagian lengan. Selain itu saku yang berukuran besar lainnya terletak di bagian dada kanan dan kiri, dan ada pula yang terletak di celana.

Berikut beberapa informasi terkait dengan jenis seragam proyek lapangan yang terdiri atas jenis kain yang digunakan serta bagian kelengkapan seragam proyek. Pemesanan biasanya dilakukan di konveksi yang memang sudah terbiasa mengerjakan pesanan seragam, terutama seragam proyek, sehingga sudah banyak model seragam proyek lapangan yang tersedia di katalognya, hanya menentukan sesuai kebutuhan saja dan dilakukan modifikasi di beberapa bagian.